Eks Kantor Bupati Diusulkan jadi Masjid Raya

Bekas kantor bupati dan kantor DPRD Limapuluh Kota yang berada di kawasan segitiga emas Kota Payakumbuh, tepatnya di pertigaan Jalan Soedirman, diusulkan perantau Payakumbuh dan Limapuluh Kota yang tergabung dalam Dewan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Eks SMA Payakumbuh atau DPP IKESMA, agar dijadikan sebagai lokasi pembangunan Masjid Raya dan Islamic Centre sebagai ikon Luak Limopuluah.

Usulan itu disampaikan dalam surat yang dilayangkan DPP IKESMA kepada Wali Kota Payakumbuh dan Bupati Limapuluh Kota, Selasa lalu (1/10). Dalam surat yang diteken Ketua Umum DPP IKESMA Erizal Azhar bersama Pembina IKESMAS Azmi Syahbuddin tersebut, pengurus dan anggota IKESMA yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, menaruh perhatian sekaligus apresiasi atas kemajuan pembangunan di wilayah Kota Payakumbuh dan Kabupaten Limapuluh Kota.

”Pada berbagai pertemuan keluarga besar IKESMA selalu timbul pembicaraan mengenai kondisi aktual daerah kita khususnya bidang ekonomi, pendidikan dan infrastruktur. Kota Payakumbuh saat ini sudah menjelma menjadi kota yang sangat hidup ditandai dengan kegiatan ekonomi yang bergerak dari pagi hingga larut malam hari, sehingga Payakumbuh bagaikan kota yang tidak pernah tidur,” tulis Erizal Azhar dan Azmi.

Mereka menyebut, selain pembangunan di bidang ekonomi dan pendidikan yang tumbuh pesat, pembangunan infrastruktur juga mengalami kemajuan cukup baik di dua daerah ini. ”Pesatnya pembangunan di bidang ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur tersebut, menurut pendapat kami, masih perlu diimbangi dengan mendorong lebih giat lagi aktifitas ibadah, dakwah, dan keagamaan lainya, yang diharapkan dapat lebih meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta terbangunnya akhlak mulia masyarakat Payakumbuh dan Limapuluh Kota,” lanjut Erizal dan Azmi.

Salah satu cara untuk lebih menggaraihkan kehidupan beragama masyarakat di kedua daerah ini, terutama generasi muda, menurut pendapat DPP IKESMA adalah dengan menyediakan sarana dan prasarana berupa Masjid Raya dan Islamic Center di pusat Payakumbuh sebagai ikon Luak Limopuluah. Dalam hal ini, DPP IKESMA dalam surat yang juga ditembuskan kepada ketua DPRD di kedua daerah ini, mengusulkan agar lahan eks kantor bupati dan kantor DPRD Limapuluh Kota dimanfaatkan untuk mendirikan Masjid Raya dan Islamic Center tersebut.

”Kami menyadari bahwa keinginan untuk mendirikan Masjid Raya sebagai ikon Luak Limopuluah pada lahan eks kantor bupati dan kantor DPRD Limapuluh Kota, sudah lama berkembang di dalam keluarga besar IKESMA dan di berbagai lapisan masyarakat. Sehingga pada pertemuan terakhir, IKESMA memutuskan untuk menulis surat kepada wali kota dan bupati, untuk mengusulkan didirikannya Masjid Raya dan Islami Center dimaksud,” pungkasnya.

Di sisi lain, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi Dt Rajo Ka Ampek Suku dalam siaran pers yang diterima Padang Ekspres, mengaku menyambut baik usulan DPP IKESMA tersebut. Menurutnya, usulan tersebut sangat sesuai dengan visi yang diingin diwujudkannya dalam membangun Payakumbuh.

”Usulan ini, sangat sejalan dengan visi yang ingin kami raih, yaitu mencetak SDM yang unggul dan berakhlak mulia. Tentunya keberadaan Masjid Raya dan Islamic Center akan memberi dorongan kuat pencapaian visi tersebut,” ujar Riza Falepi, Rabu (2/10).

Riza menyebut, akan segera duduk bersama termasuk dengan Bupati Limapuluh Kota dan tokoh-tokoh Luak Limopuluah lainnya untuk menyikapi surat DPP IKESMA tersebut. ”Saya pikir ini perlu kita bicarakan secara bersama, sekaligus menegaskan bahwa antara Payakumbuh dan Limapuluh Kota secara kultural tidak bisa dipisahkan. Walau secara administrasi berbeda,” kata Riza Falepi.

Jauh sebelum surat IKESMA ini masuk, mantan Wali Kota Payakumbuh yang juga putra asli Limapuluh Kota, Fahmi Rasyad, pernah mengusulkan kepada Pemkab Limapuluh Kota dan Pemko Payakumbuh berikut DPRD kedua daerah, agar duduk bersama membahas pemanfaatan aset Limapuluh Kota yang masih berada di Payakumbuh. Terutama sekali bekas kantor bupati dan gedung DPRD Limapuluh Kota yang berada persis di pusat kota Payakumbuh.

Fahmi Rasyad menceritakan, semasa menjabat Wali Kota Payakumbuh, ia pernah merancang, bagaimana di pusat kota Payakumbuh saat ini, bisa dibangun pusat pemerintahan yang representatif dan tidak bikin macet. Untuk itu, Fahmi sudah pernah membangun pondasi balai kota di belakang eks kantor bupati sekarang.

Fahmi berencana, bila balaikota itu berdiri, wajah pusat kota Payakumbuh juga dibenahi secara total. Dengan cara, membangun jalan tembus dari Tugu Adipura saat ini menuju kawasan Simpang Bunian atau melewati eks kantor bupati. Lalu, sisa lahan eks kantor bupati yang tak terpakai untuk jalan tembus itu, digunakan sebagai alun-alun, museum, ataupun masjid raya.

”Untuk memuwujudkan ide itu, saat saya jadi wali kota, sudah pernah dibangun pondasi untuk balai kota di belakang eks kantor bupati sekarang. Pondasinya masih ada hingga kini. Tapi karena ide itu sulit diwujudkan, saya usulkan, agar tetap dibangun jalan tembus untuk merubah wajah kota. Tapi eks kantor bupati dijadikan sebagai area bisnis,” ujar Fahmi Rasyad.

Mantan pamong itu yakin, bila eks kantor bupati Limapuluh Kota di pusat kota Payakumbuh dijadikan sebagai area bisnis, baik dalam bentuk ruko, perkantoran, maupun gedung parkir, maka kedua daerah ini akan saling diuntungkan. ”PAD sama-sama bertambah. Yang punya tetap Limapuluh Kota, tapi wajah pusat kota Payakumbuh lebih tertata,” kata Fahmi Rasyad. (*)

Sumber: Padang Ekspress

Tinggalkan Balasan